Techno

Peranan Kecerdasan Buatan Dalam Industri Musik

Hulabelle.com – AI (Artificial Intelligence) terus menghasilkan berbagai terobosan yang bahkan tidak terbayangkan sebelumnya. Banyak aspek yang sudah dirambah oleh AI ini dan salah satunya industri musik.

Salah satu contoh dari penerapan AI pada bidang tersebut berupa rekomendasi musik ataupun lagu yang cenderung lebih personal. Salah satu cabang AI yakni algoritma machine learning diam-diam sudah disematkan di pengalaman mendengarkan lagu dan musik.

Contoh Penerapan AI Pada Industri Musik

Tidak hanya itu saja bahkan terdapat banyak penerapan AI pada bidang industri musik. Untuk melihat beberapa contohnya sebagai berikut ini.

Memberikan rekomendasi

Kesuksesan pada industri musik pada masa dulu kerap diasosiasikan pada tangga lagu, jumlah CD yang terjual, dan tur.

Namun dengan digitalisasi pada segala bidang maka tolak ukur menjadi berubah. Terdapat cara baru dalam menakar kesuksesan pada industri musik yakni memakai data.

Sebagai contoh pada platform streaming Spotify dengan 286 juta pengguna aktif serta menguasai 40% dari pangsa streaming musik global maka data termasuk faktor penting kesuksesannya.

Data merupakan bahan bakar yang menenagai untuk layanan rekomendasi yang mana menjadi suatu keunggulan dibandingkan para kompetitornya.

Komposisi dan produksi musik

Penerapan AI pada industri musik nyatanya mengubah cara orang di dalam mengomposisi serta memproduksi lagu/musik.

Bahkan ada laporan yang memprediksikan 70 persen dari perusahaan melakukan adopsi setidaknya pada satu teknologi AI di tahun 2030 dan salah satunya industri musik. Banyaknya platform yang memerlukan musik maka peranan AI berupa tool dapat membuat suatu musik tertentu bisa dibutuhkan.

Salah satu tool tersebut yakni Ampere yang mana memadukan di antara sample library serta dataset guna menciptakan track baru dan disesuaikan untuk kebutuhan pengguna.

Namun masih menjadi catatan di sini peran AI dalam mengomposisi musik ataupun lagu diwarnai pertanyaan seputar hak cipta. Nantinya timbul pertanyaan mengenai siapa yang berhak pada lagu ataupun royaltinya.

Ini mengingat musik dibuat AI berkaitan dengan data lagu atau musik dari seorang komposer ataupun penyanyi. Mengingat kebanyakan negara hanya melindungi permasalahan terkait hak cipta karya oleh manusia saja.

Membantu proses mastering

Tahukah kalian bahwa lagu merdu tidak dihasilkan oleh penyanyi yang memiliki kemampuan mumpuni saja, namun ada banyak hal teknis di belakangnya?

Diperlukan proses panjang serta mahal guna mentransformasi suatu rekaman lagu yang tergolong masih mentah untuk dijadikan musik ataupun lagu yang dinikmati lewat radio ataupun layanan streaming.

Proses tadi disebut dengan mastering. Untuk penyanyi atau musisi, proses mastering dan mixing sering menjadi suatu hambatan besar di dalam merilis lagu atau musik dikarenakan biayanya besar serta memakan waktu sehingga ia memiliki peran di sini untuk membantu proses tersebut.

Mengidentifikasi potensi kesuksesan

Penerapan lainnya yakni pencari bakat. Salah satu caranya dengan mengumpulkan data medsos, data streaming, dan data tur pada algoritma machine learning guna mengidentifikasi penyanyi ataupun musisi yang memiliki potensi sukses pada masa depan.

Menjaga hak cipta

Walaupun hak cipta hasil karya AI belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan namun menurut Hulabelle.com, kecerdasan buatan ini bisa membantu industri musik di dalam menjaga hak cipta serta membatasi pembajakan.

Salah satu cara kerjanya dengan menelusuri kemiripan komposisi lalu dilakukan identifikasi berdasarkan pada kemiripan suara sehingga tracking menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Lihat juga : Keamanan Data Dalam Teknologi Cloud Computing

Bagaimana AI Bisa Mempengaruhi Industri Musik?

Diketahui bahwa AI kerap menjadi salah satu dari kata kunci yang memang sering dipergunakan oleh startup serta bisnis mapan pada industri teknologi. Hal tersebut nyatanya ikut berperan serta berpengaruh pada industri musik.

Teknologi generator musik dengan basis AI nyatanya melanggar hak cipta dan bisa merugikan musisi asli jika terus dibiarkan beredar di internet.

Hal tersebut karena generator musik tadi dikecam RIAU serta bisa menghapus bunyi instrumen maupun vokal pada sebuah lagu guna kepentingan remix dengan lebih sempurna.

Salah satu dari generator terkenal yakni Songmastr yang bisa membantu siapa pun dalam menciptakan sebuah lagu sekelas dengan musisi profesional.

Hal lain yang menjadi masalah yakni generator musik AI bisa memunculkan pertanyaan menarik. Pertanyaan tadi seperti bisakah konten yang sudah dibuat AI mempunyai hak cipta serupa karya lainnya? Atau AI tadi bisa melanggar hak cipta yang memang dimiliki orang lain?

Sebenarnya pada akhirnya suatu produk apa pun yang dibuat generator musik berupa tiruan serta tanpa izin dari produk derivatif pada seluruh karya musisi manusia yang ada di RIAA.

Bahkan generator musik ternyata membuat pihak hukum USA menjadi bingung. Generator musik dengan basis AI nyatanya sukses dalam membuat pihak hukum yang ada merasa bingung karena beranggapan itu serupa dengan RIAA.

Upaya Asosiasi Label Rekaman di AS

Tidak dipungkiri hal semacam ini nyatanya membuat penguat kecerdasan buatan serta komunitas seniman dalam tiga tahun terakhir kerap berseteru.

Pengembang AI beranggapan jika generator lagu merupakan perangkat guna meningkatkan produktivitas untuk seluruh orang pada industri kreatif. Akan tetapi di mata seniman merasa jika keterampilan serta hak ciptanya seakan dinihilkan serta tidak dihargai dengan hadirnya generator tadi.

Hal tersebutlah yang mana membuat RIA di pertengahan Oktober 2022, kemudian mengajukan nota keberatan akan adanya generator musik AI ke Kantor Paten & Perdagangan Amerika Serikat.

Perangkat lunak tersebut dinilai melanggar hak cipta dan merugikan musisi konvensional ketika terus dibiarkan beredar pada internet.

Jadi logisnya, RIAA tidak ingin jika pihak ketiga tadi menghapus musik maupun vokal pada trek dengan hak cipta. Terlebih ketika karya turunan tadi dibagikan secara lebih lanjut untuk orang lain.

Tidak hanya itu saja, lewat nota keberatan maka RIAA melihatnya berupa suatu pelanggaran jelas dan mengkhawatirkan.

RIAA mencantumkan banyak situs yang ikut mengancam hak cipta serta eksistensi dari para seniman pada industri musik.

Contoh AI yang Mampu Mengancam Industri Musik

Generator AI yang dinilai mengancam dengan tujuan memberikan layanan bertujuan untuk menguasai lagu apa pun yang didasarkan pada gaya artis terkenal. Generator tadi dapat menciptakan suatu komposisi baru yang caranya menggabungkan dataset dari jutaan lagu lainnya yang sebenarnya sudah dilindungi oleh hak cipta asal dan juga dipandu pada arahan pengguna.

Itulah informasi terkait kecerdasan buatan yang bisa kalian temukan terutama pada industri musik. Memang AI ini ibarat dua mata pisau yang mana memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihannya tentu saja membuat proses produksi menjadi lebih mudah namun dilain sisi penggunaan generator AI sangat merugikan terutama bagi para musisi dan seniman.

Lagu yang susah payah dibuat dengan seenaknya diremix untuk keperluan komersial yang pastinya merugikan. Pada poin ini tidak ada kejelasan mengenai hak cipta dan juga royaltinya, maka penggunaan AI pada industri ini perlu dikaji dengan lebih dalam sehingga tidak merugikan pihak terkait.

Lihat juga : Tips Memilih Konser Musik yang Tepat